Cerita Inspirasi Orang Lain

September 16th, 2010

Cerita Inspirasi

Nama : Dinar Dwi Aryani D24100054
Laskar : 20

Dewantara, lahir di Jakarta 21 Maret 2003. Ia terlahir prematur, dan kemudian di nyatakan memiliki penyakit cerebral palsy tipe quadriplegia yaitu lumpuh di kedua tangan dan kaki, yang diakibatkan dari kurangnya suplai oksigen ke otak.

Meski begitu Dewa pantang menyerah. Ia melewati hari-hari bahagia bersama teman-temannya. Di sekolahnya di Philadelphia Amerika, ia diajarkan bagaimana mencurahkan perasaan dan pendapatnya dengan menggunakan sebuah papan yang berisi huruf-huruf. Memang, saat ini Dewa sudah bisa bicara meski tidak selancar teman-temannya. Huruf-huruf yg ditunjuknya itu nanti akan dirangkai menjadi kalimat oleh ibundanya. Dewa masih harus dibantu oleh ibundanya karena keterbatasan gerak dan kontrol gerak pada tangannya. Saat ini papan huruf tersebut juga digunakan sebagai alat bantu bicara, yang disebutnya Facilitator Communication.

Saat ini ia sudah menyelesaikan sebuah buku kumpulan puisi dan tulisan pendek yang dirangkum dalam buku berjudul Suara Hati Dewa. Buku ini berisi kumpulan puisi indah yg bertema Tuhan, kehidupan, alam, dan orang orang di sekelilingnya. Dewa menulis dibantu oleh ibundanya, dengan cara yang sangat unik. Dewa menunjuk huruf yang berada di papan huruf, lalu di tuliskan oleh ibundanya.

Dari cerita diatas ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil bahwa suatu kekurangan yang kita miliki tidak dapat dijadikan suatu alasan untuk berputus asa dan berhenti berkreasi. Jadikan kekuranganmu sebagai motivasimu. Dan jadikan kelebihanmu sebagai pelurunya.

-cerita inspirasi orang lain-

Cerita Inspirasi Diri Sendiri

September 16th, 2010

Cerita inspirasi

Nama : Dinar Dwi Aryani D24100054
Laskar : 20

Mungkin beberapa dari kita (mahasiswa/i IPB) memilih melanjutkan pendidikan di IPB ini berdasarkan faktor
‘’iseng-iseng berhadiah’‘ salah satunya saya sendiri (hahaha). Cerita ini diambil dari pengalaman pribadi saya sendiri (jadi curhat deh, maaf ya)
Berawal dari adanya undangan USMI IPB sekitar bulan November. Saat itu USMI adalah PMDK pertama disekolah saya, maka para siswa/i yang sebagian besar hanya “iseng-iseng berhadiah” ini beramai-ramai mencoba peruntunganya, karna banyaknya saingan maka saya tidak berharap banyak dengan USMI ini.

Sampai pada saatnya hari pengumuman. Ditengah jam pelajaran salah satu guru saya yang juga menjadi panitia USMI IPB, mendatangi kelas saya. Ternyata beliau akan mengumumkan hasil USMI IPB. Pengumuman diumumkan sehari sebelum tanggal yang sudah ditentukan. Dengan perasaan tenang (karna tidak terlalu berharap), nama saya disebutkan sebagai salah satu Calon Mahasiswi Institut Pertanian Bogor. Saat itu entah harus bahagia atau harus bersedih. Disatu sisi saya bahagia dapat membuat keluarga saya bangga, namun disisi lain berada di Institut Pertanian Bogor bukanlah cita-cita saya dan Peternakan tidak pernah terlintas dibenak saya.

Setelah melalui berbagai macam pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan masa depan saya di Institut Pertanian Bogor. Diminggu pertama setelah keputusan ini saya ambil, masih menghasilkan respon positif dari orang-orang yang mengetahuinya, tetapi diminggu kedua mulai muncul tanggapan negatif dari beberapa orang, seperti “Pertanian? Di sawah?”, “Mau jadi apa nanti di Peternakan?”, “Jagain kandang dong nanti?” , “Mau jadi tukang Jagal ya?” banyak suara sumbang lainnya yang memandang Pertanian sebelah mata, meremehkan Peternakan.

Sempat down ketika itu. Tetapi semua itu tidak berlangsung lama, kejadian itu saya jadikan sebuah motivasi terbesar saya untuk membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah meremehkan Pertanian, meremehkan Peternakan dan mereka salah meremehkan Saya! Keluargalah yang membuat saya yakin, keluargalah yang menjadi “vitamin” saya ketika saya mulai “lelah”, keluargalah faktor yang sangat perperan dalam hidup saya dan membanggakan keluargalah tujuan utama saya.

Sekarang saya tidak pernah menyesali atas keputusan yang telah saya ambil ini. Saya percaya semua yang terjadi pada diri saya tidak ada yang kebetulan, semua sudah ditakdirkan oleh ALLAH SWT dan pasti ini yang terbaik yang diberikan oleh-NYA. Semoga cerita ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih mensyukuri apa yang telah kita dapat. Mari kita bersama-sama mewujudkan cita-cita kita. Jangan takut untuk bermimpi. Hidup ini misteri, tidak ada satu orang pun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi nantinya, kita sebagai manusia cukup berusaha, berdoa dan pasrah. Biarkan yang Maha Kuasa yang menentukan hasil akhirnya. Tidak ada yang tidak mungkin jika ALLAH SWT telah berkehendak.

-Cerita Inspirasi diri sendiri-